Tips Penting Sebelum Take-Off Drone Aerial di Dalam Ruangan
Tips Menerbangkan Drone Aerial di Dalam Ruangan: Apa Saja yang Harus Diperhatikan Sebelum Terbang
![]() |
| Tips Penting Sebelum Nerbangin Drone Aerial di Dalam Ruangan |
Banyak orang mikir drone cuma bisa diterbangkan di luar ruangan. Padahal, ada banyak situasi di mana drone aerial justru dibutuhkan di indoor area — seperti event, konser, pameran, hingga pengambilan gambar komersial di gedung.
Tapi, beda cerita kalau kamu menerbangkan drone di dalam ruangan. Ruang terbatas, sinyal GPS lemah, dan pantulan sinyal bisa bikin kontrol lebih tricky dari biasanya. Makanya, kamu harus ngerti set up dan teknik aman sebelum take off di dalam ruangan.
Kenapa Drone di Dalam Ruangan Lebih Berisiko
Secara ilmiah, sistem navigasi drone modern (terutama DJI) sangat bergantung pada GPS, kompas, dan sensor visual positioning system (VPS). Saat di dalam ruangan, sinyal GPS sering nggak stabil karena terhalang atap, dinding, atau logam di sekitar. Akibatnya, drone bisa kehilangan orientasi atau malah melayang sendiri (drift).
Selain itu, udara di ruangan juga cenderung lebih padat dan sirkulasinya minim. Propeller drone menciptakan turbulensi kecil yang bisa memantul dari dinding atau plafon — bikin drone goyah atau susah dikendalikan. Karena itu, butuh pendekatan lebih hati-hati saat menerbangkannya indoor.
Gunakan Drone dengan Sensor Bawah Aktif
Kalau kamu pakai DJI Series seperti Mini 4 Pro, Air 3, atau Mavic 3, aktifkan sensor bawah (VPS) di pengaturan. Sensor ini berfungsi membaca permukaan lantai dan menjaga stabilitas ketika GPS nggak tersedia. Dengan begitu, drone tetap bisa hovering stabil tanpa banyak drift.
Pastikan permukaan lantai cukup kontras (jangan terlalu gelap atau mengkilap) supaya sensor bisa membaca tekstur dengan baik. Kalau kamu terbang di tempat dengan karpet polos atau lantai glossy, sensor bisa salah baca, jadi jaga ketinggian minimal 1,5 meter di awal take off.
Hindari Mode Sport dan Gunakan Mode Cine
Mode Sport memang bikin drone lebih cepat, tapi di ruangan sempit itu justru bahaya. Gunakan Cine Mode atau Tripod Mode biar gerakan lebih lembut dan respons stick lebih pelan. Ini penting banget buat jaga kontrol dan mencegah benturan ke objek sekitar.
Selain itu, pastikan kamu sudah kalibrasi IMU dan kompas sebelum terbang — walaupun indoor. Kalibrasi ini bantu drone membaca gerakan dengan akurat, terutama saat GPS nggak aktif.
Perhatikan Ketinggian dan Ruang Sekitar
Salah satu kesalahan umum pilot pemula adalah terlalu fokus ke layar kamera. Di indoor, kamu harus lebih mengandalkan visual langsung dari mata. Gunakan asisten atau spotter kalau memungkinkan, terutama di ruangan yang punya banyak tiang, lampu gantung, atau kabel.
Idealnya, jaga ketinggian antara 1,5–3 meter saat take off, dan jangan langsung naik tinggi. Pastikan dulu kestabilan drone sebelum ambil footage. Hindari terbang di bawah AC atau kipas langit-langit, karena turbulensinya bisa mengganggu sensor bawah.
Gunakan Propeller Guard dan ND Filter yang Tepat
![]() |
| Tips Penting Sebelum Nerbangin Drone Aerial di Dalam Ruangan |
Propeller guard itu wajib saat terbang di indoor. Selain melindungi dinding dan orang di sekitar, guard juga bantu menstabilkan aliran udara di sekitar propeller. Kalau kamu pakai DJI, pilih Propeller Guard Original Series biar seimbang dan nggak ganggu sensor.
Untuk kamera, gunakan ND Filter ringan (ND4–ND8) biar exposure tetap seimbang tanpa overexposure dari lampu ruangan. Cahaya indoor sering campur antara LED, tungsten, dan natural light, jadi white balance manual juga penting — set di 4000–4500K untuk hasil warna yang natural.
Lakukan Uji Hover Sebelum Rekam
Sebelum mulai shooting, lakukan hover test minimal 30 detik di tempat yang aman. Perhatikan apakah drone stabil, apakah sensor bawah bekerja, dan apakah drift terasa. Dari situ kamu bisa tahu apakah perlu ganti posisi take off atau ubah set up penerbangan.
Kalau kamu menggunakan sistem DJI RC, aktifkan juga AirSense dan Obstacle Detection di level Medium saja. Level tinggi kadang bikin drone terlalu berhenti sendiri kalau mendeteksi objek terlalu dekat, padahal kamu cuma ingin slow movement.
Kesimpulan: Indoor Flight Butuh Perasaan, Bukan Sekadar Kontrol
![]() |
| Tips Penting Sebelum Nerbangin Drone Aerial di Dalam Ruangan |
Menerbangkan drone di dalam ruangan itu bukan cuma soal kemampuan teknis, tapi soal kepekaan. Kamu harus paham arah angin buatan dari propeller, jarak antar benda, sampai pantulan sinyal yang kadang nggak kelihatan. Drone DJI sudah punya teknologi canggih yang bantu banget, tapi tetap, faktor manusia — feeling dan fokus — adalah kuncinya.
Kalau kamu pengen hasil video indoor yang smooth, sinematik, dan aman tanpa risiko crash, percayakan pada pilot berpengalaman yang ngerti karakter drone dan ruang.
Why Drone Aerial adalah penyedia jasa pilot drone profesional untuk pengambilan foto dan video udara menggunakan drone jenis Aerial (DJI Series).
Kami bantu kamu dapetin hasil sinematik, stabil, dan detail — bahkan di ruang yang terbatas.
📞 Phone/WhatsApp: 0877-2640-4097
📸 Instagram: @whydronesub
.jpg)
.jpg)
.jpg)