Pahami Kenapa Drone Aerial Perlu Pakai 4K/FHD 50 FPS di Shoot Video Malam
Nggak Mau Dapat Footage dengan Efek Lampu Berkedip di Video Malam? Pahami Kenapa Drone Perlu Pakai 4K atau FHD 50 FPS!
![]() |
Pahami Kenapa Drone Aerial Perlu Pakai 4K/FHD 50 FPS di Shoot Video Malam Hari |
Buat kalian yang suka bikin konten pakai drone di malam hari, pasti familiar dong sama masalah lampu yang kelihatan berkedip-kedip di video? Itu bikin hasil rekaman jadi kurang profesional. Nah, hal ini sebenarnya wajar banget terjadi dan ada cara mudah untuk mengatasinya. Di artikel ini, kita akan coba cari tahu kenapa hal itu bisa muncul dan bagaimana settingan 4K 50 FPS bisa jadi solusi yang tepat. Dengan begitu, hasil video malam kalian bisa lebih mulus dan enak dilihat.
@whydronesub
Masalah lampu berkedip ini berhubungan dengan frekuensi listrik di Indonesia yang pakai standar 50Hz. Ketika kamera drone merekam dengan frame rate yang tidak sinkron, misalnya 30 FPS, sensor kamera jadi "berebut" dengan frekuensi lampu. Akhirnya, kedipan lampu jadi terekam dan muncul di video. Memahami dasar teknis ini penting banget, supaya kalian bisa tahu cara mengatur kamera drone dengan benar dan mendapatkan hasil yang maksimal, terutama saat mengambil gambar di malam hari.
Setting 4K 50 FPS: Solusi Efektif untuk Video Malam
![]() |
Pahami Kenapa Drone Aerial Perlu Pakai 4K/FHD 50 FPS di Shoot Video Malam Hari |
1. Sinkronisasi Frekuensi dan Frame Rate Frekuensi listrik di Indonesia adalah 50Hz, dan lampu-lampu di sekitar kita berkedip sesuai frekuensi tersebut. Dengan merekam di 50 FPS, kamera drone akan menangkap 50 frame setiap detik, yang mana sangat pas dengan frekuensi 50Hz. Ini membuat kedipan lampu tidak terekam dan video kalian jadi halus tanpa efek flickering yang mengganggu.
2. Kualitas Resolusi 4K yang Detail dan Fleksibel Selain FPS, resolusi 4K juga punya banyak kelebihan. Merekam di 4K akan membuat video jauh lebih tajam dan detail, sehingga pemandangan malam hari seperti gedung dan jalanan tetap terlihat jelas. Selain itu, resolusi 4K juga memberi kalian keleluasaan saat editing. Video bisa di-crop atau di-zoom tanpa banyak kehilangan kualitas saat di-render ke resolusi Full HD.
3. Shutter Speed yang Sesuai untuk Hasil Sinematik Jika kalian memilih 50 FPS, ada juga aturan yang biasa digunakan untuk mendapatkan video sinematik, yaitu "180-degree rule". Artinya, shutter speed harus diatur dua kali lipat dari frame rate. Jadi, untuk 50 FPS, shutter speed yang disarankan adalah 1/100s. Ini akan membuat gerakan di video terlihat lebih natural dan tidak patah-patah.
4. Mengatasi Flickering secara Otomatis Ketika kalian merekam video dengan setting selain 50 FPS di area berlistrik 50Hz, seperti 30 FPS atau 60 FPS, kemungkinan besar akan muncul efek flickering pada lampu. Hal ini terjadi karena kamera merekam dengan kecepatan yang tidak sinkron. Dengan memilih 50 FPS, masalah ini bisa dihindari, dan hasil video jadi lebih bersih tanpa perlu editing tambahan yang rumit.
5. Proses Editing yang Lebih Efisien Dengan merekam video yang sudah mulus tanpa flickering dari awal, proses editing jadi jauh lebih mudah dan cepat. Kalian bisa lebih fokus pada color grading dan narasi tanpa harus repot-repot menghilangkan kedipan lampu. Ini tentu membuat alur kerja kalian jadi lebih efisien.
Opini Why Drone Aerial
Menurut kita, memahami setting dasar seperti ini sangat penting. Kualitas video yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan terlihat profesional, bukan hanya sekadar rekaman biasa. Dengan menguasai setting 4K 50 FPS, kalian bisa menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan pastinya akan lebih dihargai.
![]() |
Pahami Kenapa Drone Aerial Perlu Pakai 4K/FHD 50 FPS di Shoot Video Malam Hari |
Jadi, jangan pernah lagi meremehkan pentingnya setting yang pas. Merekam video di malam hari memang menantang, tapi dengan pengetahuan yang tepat, kalian bisa bikin konten yang super keren.
Tanya Jawab Seputar Shooting Drone Malam Hari
1. Kenapa 24 FPS tidak disarankan untuk merekam di malam hari di Indonesia?
Jawab: Karena frekuensi listrik di Indonesia 50Hz, menggunakan 24 FPS akan rentan menimbulkan flickering. Lebih baik pakai 50 FPS agar lebih aman.
2. Apa yang harus dilakukan jika drone hanya bisa merekam maksimal 30 FPS?
Jawab: Kalian bisa coba pakai shutter speed 1/60s dan sebisa mungkin hindari merekam langsung ke sumber cahaya. Meskipun tidak 100% sempurna, ini bisa sedikit membantu.
3. Kenapa perlu pakai resolusi 4K padahal file-nya lebih besar?
Jawab: Resolusi 4K memberikan kualitas gambar yang jauh lebih tajam dan detail. Selain itu, saat editing kalian jadi lebih fleksibel, bisa melakukan cropping tanpa mengurangi kualitas saat di-render ke resolusi lebih rendah.
4. Bagaimana cara mengatur ISO yang tepat saat malam hari?
Jawab: Saat malam, kalian perlu menaikkan ISO, tapi usahakan jangan terlalu tinggi (maksimal 800) agar noise atau bintik-bintik di video tidak terlalu banyak.
5. Apa itu filter ND dan apakah dibutuhkan saat malam hari?
Jawab: Filter ND adalah "kacamata hitam" untuk drone yang berfungsi mengurangi cahaya yang masuk. Filter ini biasanya lebih dibutuhkan saat siang hari untuk mengurangi cahaya berlebih, jadi saat malam hari umumnya tidak diperlukan.
Kesimpulan
Jadi, sekarang kalian sudah tahu kan rahasia di balik video drone malam hari yang mulus dan bebas flickering? Kuncinya ada di setting 4K 50 FPS yang pas dengan frekuensi listrik di Indonesia. Dengan begitu, hasil dokumentasi kalian bakal terlihat profesional dan memukau.
Dan buat kalian yang ingin mendapatkan hasil video drone terbaik tanpa harus memikirkan setting teknis, Why Drone Aerial bisa jadi solusinya. Kami menyediakan jasa pilot drone profesional untuk pengambilan foto dan video udara menggunakan drone jenis Aerial (DJI Series). Tim kami paham betul semua trik di atas dan siap bikin konten kalian jadi luar biasa! Why Drone Aerial | Phone/Whatsapp at 0877-2640-4097