Drone Aerial Event Perusahaan: Shot Apa Saja yang Wajib Diambil?
Shoot Drone Aerial Penting dalam Event Perusahaan: Jangan Cuma Ambil Video dari Atas
![]() |
| Shoot Drone Aerial Penting dalam Event Perusahaan: Jangan Cuma Ambil Video dari Atas |
Dalam sebuah event perusahaan, drone aerial sering dianggap sekadar alat untuk mendapatkan gambar yang "wah" dari ketinggian. Padahal, kalau digunakan dengan strategi yang benar, drone bisa menjadi salah satu perangkat visual paling penting untuk menceritakan skala acara, identitas perusahaan, suasana, hingga keberhasilan sebuah event.
Kesalahan yang sering terjadi adalah operator drone datang, terbang, lalu mengambil beberapa footage gedung dan kerumunan. Secara teknis memang ada video aerial. Tetapi secara storytelling, belum tentu ada ceritanya.
Dalam produksi event perusahaan, aerial footage seharusnya tidak berdiri sendiri. Ia harus melengkapi footage kamera ground dan membangun alur visual dari lokasi → persiapan → kedatangan → aktivitas → puncak acara → crowd → branding → closing.
Jadi, apa saja shoot drone aerial yang sebenarnya penting?
1. Establishing Shot: Tunjukkan "Di Mana Event Ini Berlangsung"
Ini adalah salah satu footage drone yang paling penting.
Sebelum penonton melihat detail acara, berikan mereka gambaran:
"Event ini berlangsung di mana dan seberapa besar skalanya?"
Drone sangat kuat untuk kebutuhan ini.
Ambil:
- keseluruhan venue;
- gedung perusahaan;
- area outdoor;
- halaman;
- jalan masuk;
- lingkungan sekitar;
- venue beserta kerumunan;
- hubungan antara venue dan kawasan di sekitarnya.
Establishing shot biasanya sangat berguna sebagai opening video.
Daripada video langsung dimulai dengan orang berbicara di panggung, penonton bisa diajak melihat venue dari udara terlebih dahulu.
Dari luas → perlahan mendekat → masuk ke event.
Secara visual, transisi seperti ini memberikan kesan produksi yang jauh lebih besar.
2. Hero Shot Venue
Setelah establishing shot, buat beberapa hero shot.
Hero shot bukan sekadar gambar venue.
Ini adalah gambar yang membuat penonton berpikir:
"Wah, acaranya sebesar ini."
Misalnya:
Drone berada cukup jauh dari venue, kemudian bergerak perlahan mendekat dengan komposisi yang memperlihatkan:
gedung + branding + dekorasi + peserta + aktivitas.
Kalau event dilakukan di ballroom, hotel, convention hall, stadion, kawasan industri, atau halaman kantor, drone bisa memberikan perspektif yang sulit diperoleh kamera ground.
Hero shot biasanya menjadi footage yang paling sering digunakan untuk:
- opening;
- transition;
- company profile;
- aftermovie;
- social media;
- corporate documentation.
3. Branding Perusahaan
Ini sering dilupakan.
Event perusahaan bukan hanya tentang orang yang hadir.
Ada brand yang sedang dibangun.
Karena itu drone sebaiknya secara sengaja mencari elemen branding seperti:
- logo perusahaan;
- backdrop;
- stage;
- spanduk;
- gate;
- booth;
- kendaraan branding;
- dekorasi;
- tulisan nama event;
- merchandise display;
- area perusahaan.
Misalnya sebuah perusahaan mengadakan anniversary.
Jangan hanya mengambil kerumunan.
Ambil juga:
logo perusahaan + venue + peserta + aktivitas.
Dengan begitu, footage aerial tidak hanya menjadi footage dokumentasi, tetapi juga memiliki nilai komunikasi brand.
4. Kedatangan Peserta
Ini salah satu footage yang sangat menarik untuk event.
Drone bisa mengambil momen:
kendaraan datang → peserta turun → berjalan menuju venue → masuk ke area event.
Kalau jumlah peserta besar, aerial shot bisa menunjukkan skala kedatangan yang tidak mungkin terlihat secara utuh dari kamera ground.
Contohnya:
Puluhan kendaraan memenuhi area parkir.
Peserta bergerak menuju pintu masuk.
Drone perlahan naik.
Kemudian terlihat keseluruhan venue.
Itulah storytelling.
Bukan hanya "orang datang", tetapi event mulai hidup.
5. Crowd Shot
Kalau event sudah ramai, jangan sampai momen ini terlewat.
Crowd shot menjadi salah satu keunggulan terbesar drone.
Dari udara kita bisa melihat:
- jumlah peserta;
- kepadatan crowd;
- pola pergerakan manusia;
- layout venue;
- panggung;
- area aktivitas;
- hubungan antar-area.
Semakin besar event-nya, semakin besar nilai footage ini.
Namun jangan sekadar naik tinggi lalu merekam.
Cari komposisi.
Misalnya:
stage di depan → crowd di tengah → venue di belakang.
Atau:
peserta memenuhi frame → kamera naik perlahan → seluruh venue terlihat.
Itu jauh lebih cinematic.
6. Opening Ceremony
![]() | |
|
Kalau event perusahaan memiliki opening ceremony, drone bisa mendapatkan beberapa footage yang sangat bernilai.
Misalnya:
- tamu undangan memasuki area;
- pembukaan acara;
- peserta berkumpul;
- panggung;
- pelepasan simbolis;
- ribbon cutting;
- launching produk;
- ceremonial moment.
Drone tidak harus selalu mengambil close-up.
Justru kekuatannya adalah memberikan konteks skala.
Kamera ground menunjukkan:
siapa yang melakukan sesuatu.
Drone menunjukkan:
seberapa besar acara tersebut dan bagaimana semua orang berada dalam satu ruang.
Keduanya saling melengkapi.
7. Aktivitas Utama Event
Ini adalah bagian yang sering menjadi "isi utama" video.
Kalau event perusahaan memiliki aktivitas seperti:
- olahraga bersama;
- fun games;
- outbound;
- festival;
- konser;
- gathering;
- exhibition;
- team building;
- parade;
- launching;
- kegiatan sosial;
- CSR;
- kompetisi;
drone bisa mengambil perspektif keseluruhan aktivitas tersebut.
Misalnya perusahaan mengadakan fun walk.
Kamera ground mengambil peserta dari dekat.
Drone mengambil:
ratusan peserta bergerak bersama dalam satu jalur.
Nilai visualnya langsung berbeda.
8. Moment Puncak Event
Jangan hanya fokus pada awal acara.
Cari momen klimaks.
Contohnya:
- confetti;
- fireworks;
- pelepasan balon;
- pembukaan logo;
- penampilan artis;
- seluruh peserta mengangkat tangan;
- sesi foto bersama;
- penghargaan;
- kemenangan;
- launching produk;
- seremoni khusus.
Inilah footage yang bisa menjadi climax dalam aftermovie.
Bayangkan video sudah berjalan selama 60 detik.
Kemudian musik naik.
Cut ke drone.
Terlihat seluruh peserta memenuhi venue.
Kemudian kamera bergerak naik perlahan.
Boom.
Itulah footage yang membuat aftermovie terasa besar.
9. Group Photo dari Udara
Ini sederhana, tetapi sering sangat berharga.
Kalau seluruh peserta dikumpulkan untuk foto bersama, drone dapat mengambil:
top shot atau high-angle group shot.
Keuntungannya jelas.
Kamera ground melihat sebagian orang.
Drone dapat memperlihatkan:
seluruh kelompok sekaligus.
Bahkan kalau formasinya dibuat khusus—misalnya membentuk logo, angka anniversary, atau tulisan tertentu—drone menjadi kamera yang paling tepat untuk mengabadikannya.
10. Behind the Scene dari Perspektif Udara
Tidak semua footage harus terlihat megah.
Kadang footage sederhana justru berguna untuk storytelling.
Misalnya:
- crew menyiapkan venue;
- kendaraan logistik datang;
- vendor memasang dekorasi;
- booth mulai dibangun;
- area yang sebelumnya kosong mulai dipenuhi peserta.
Ini bisa digunakan untuk membangun narasi:
before → during → after.
Drone dapat memperlihatkan perubahan skala venue dengan sangat jelas.
11. Environmental Shot
Event perusahaan selalu berada dalam sebuah konteks geografis.
Jangan terlalu fokus pada venue sampai lupa lingkungan sekitarnya.
Ambil beberapa footage:
venue → kawasan → kota → kembali ke venue.
Misalnya event perusahaan berlangsung di kawasan industri.
Drone dapat memperlihatkan:
event → fasilitas perusahaan → kawasan industri → lingkungan sekitar.
Ini sangat berguna terutama untuk perusahaan yang ingin memperkuat citra korporasi.
12. Closing Shot
Jangan lupa membuat footage untuk ending.
Closing shot bisa berupa:
- drone menjauh dari venue;
- drone naik perlahan;
- peserta masih memenuhi area;
- lampu venue mulai terlihat;
- venue dari udara saat sore menuju malam;
- kendaraan meninggalkan lokasi.
Salah satu formula yang aman:
mulai dekat → bergerak menjauh → naik → venue semakin kecil → environment semakin luas.
Ini memberikan rasa bahwa:
"Acara telah selesai, tetapi ceritanya tetap tertinggal."
Apakah Semua Event Harus Mengambil Semua Shot?
Tidak.
Justru di sinilah pentingnya perencanaan.
Drone tidak perlu terbang sepanjang event tanpa tujuan.
Lebih baik membuat shot list berdasarkan alur cerita.
Contoh event perusahaan:
BEFORE EVENT
- Establishing venue
- Venue dari udara
- Persiapan dekorasi
- Branding perusahaan
- Kendaraan/logistik
ARRIVAL
- Peserta datang
- Parkir
- Peserta masuk venue
EVENT
- Opening
- Aktivitas utama
- Crowd
- Branding
- Pembicara/panggung dari perspektif luas
CLIMAX
- Moment utama
- Group activity
- Group photo
- Special ceremony
CLOSING
- Crowd terakhir
- Venue dari udara
- Pull-away / reveal shot
Dengan pola ini, operator drone tidak lagi berpikir:
"Saya harus terbang dan ambil video apa?"
Tetapi:
"Bagian cerita mana yang belum saya punya?"
Itulah perbedaan antara sekadar drone footage dengan drone coverage.
Drone Aerial untuk Event Bukan Sekadar Footage yang "Keren"
Kalau sebuah perusahaan membayar produksi video event, yang mereka butuhkan sebenarnya bukan 100 klip drone.
Mereka membutuhkan visual yang bisa menjawab pertanyaan komunikasi.
Di mana acaranya?
Seberapa besar acaranya?
Siapa yang hadir?
Apa yang terjadi?
Seberapa ramai?
Apa yang dilakukan perusahaan?
Apa momen paling penting?
Seperti apa suasana event tersebut?
Dan akhirnya:
Apa yang ingin orang ingat setelah melihat videonya?
Drone memiliki kemampuan unik untuk menjawab pertanyaan tersebut karena perspektifnya berbeda dari kamera manusia di tanah.
Kesimpulan
Shoot drone aerial dalam event perusahaan idealnya dirancang sebagai bagian dari storytelling, bukan sekadar mengambil gambar dari ketinggian.
Minimal, sebuah aerial coverage yang baik harus memiliki establishing shot, hero shot venue, branding perusahaan, kedatangan peserta, crowd, aktivitas utama, moment puncak, group shot, environmental shot, dan closing shot.
Namun yang paling penting bukan jumlah shot.
Yang penting adalah coverage-nya lengkap.
Sebuah event yang bagus seharusnya ketika diedit bisa terasa seperti:
venue terlihat → peserta datang → acara dimulai → aktivitas berlangsung → crowd semakin ramai → moment puncak terjadi → acara selesai.
Dan drone harus membantu membangun alur tersebut.
Karena pada akhirnya, drone bukan sekadar kamera yang bisa terbang. Drone adalah alat untuk memperlihatkan skala, konteks, energi, dan perspektif yang tidak bisa diberikan kamera ground.
Butuh Drone Aerial untuk Event Perusahaan?
![]() | |
|
Why Drone Aerial adalah Penyedia Jasa Pilot Drone untuk Pengambilan Foto dan Video Udara dengan Menggunakan Drone Jenis Aerial (DJI Series).
Kami dapat membantu kebutuhan aerial coverage untuk corporate event, gathering, anniversary perusahaan, launching, exhibition, kegiatan kampus/sekolah, konstruksi, properti, hingga dokumentasi berbagai kegiatan berskala besar.
Untuk kebutuhan drone shoot event perusahaan, jangan hanya mencari operator yang bisa menerbangkan drone. Pastikan juga kebutuhan visualnya dipahami sejak awal sehingga footage yang dihasilkan benar-benar bisa digunakan untuk aftermovie, dokumentasi, company profile, media sosial, maupun materi komunikasi perusahaan.
📞 Phone/WhatsApp: 0877-2640-4097
Why Drone Aerial — Mengabadikan event dari perspektif yang lebih luas.

.png)
.png)